Mempersatukan Guru NU di Depok, Meluruskan Kesalahpahaman

  N ahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi keagamaan dan sosial memiliki amanat luhur yang tertuang dalam Qonun Asasi NU . Amanat tersebut...

 


Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi keagamaan dan sosial memiliki amanat luhur yang tertuang dalam Qonun Asasi NU. Amanat tersebut menekankan pentingnya persatuan, kebersamaan, dan perjuangan yang berakar pada tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah. Di Depok, guru-guru NU memegang peran strategis sebagai penggerak pendidikan, penjaga tradisi, sekaligus penerus perjuangan ulama. Namun, sejumlah kesalahpahaman telah mengaburkan makna perjuangan mereka sehingga persatuan menjadi terhambat.

Tulisan ini disusun dalam rangka menyambut Hari Lahir Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) ke-74, dengan tema “Guru Unggul, Pendidikan Bermutu, Indonesia Maju.” Momentum ini menjadi pengingat bahwa guru NU harus bersatu, saling menguatkan, dan menginspirasi satu sama lain demi kebangkitan NU di Depok.

Guru NU adalah ujung tombak dalam menjaga nilai-nilai keislaman yang ramah, moderat, dan berakar pada budaya lokal. Persatuan guru NU bukan sekadar kebutuhan organisatoris, melainkan amanat Qonun Asasi NU yang menegaskan bahwa setiap anggota berhak menjalankan ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah sesuai tradisi masing-masing. Dengan persatuan, guru NU dapat menjadi kekuatan moral dan kultural yang menyatukan umat serta memperkuat posisi NU di Depok.

Sebagaimana ditegaskan oleh Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’arie dalam mukadimah Qanun Asasy NU: “Persatuan, ikatan batin satu dengan yang lain, saling bantu menangani satu perkara dan seia-sekata adalah merupakan penyebab kebahagiaan yang terpenting dan faktor paling kuat bagi menciptakan persaudaraan dan kasih sayang.” (AD/ART NU, Keputusan Hasil Muktamar Ke-34, Juli 2022).

Pandangan ini sejalan dengan penelitian Aditama (2023) yang menekankan bahwa NU memainkan peran sentral dalam membentuk struktur sosial masyarakat melalui moderasi beragama, serta Nuha (2025) yang menyoroti transformasi sosial dan budaya NU sebagai kekuatan pemersatu.

Kesalahpahaman yang Harus Diluruskan

  1. Perjuangan ulama lokal Depok dianggap hanya politik pragmatis Padahal perjuangan mereka memiliki dimensi kultural yang kuat, berakar pada tradisi dan nilai lokal.
  2. Suara ulama lokal dianggap sekadar sakit hati atas kekalahan dalam pemilihan struktural PCNU Depok Pandangan ini mereduksi aspirasi ulama menjadi persoalan pribadi, padahal sesungguhnya mereka menyuarakan kepentingan kultural dan tradisi.
  3. Gerakan pribumisasi NU di Depok dianggap anti-Ulama Jawa Padahal gerakan ini adalah upaya menghidupkan tradisi lokal sebagai bagian dari kekayaan NU, bukan sentimen etnis.

Akibat Kesalahpahaman

  1. Agenda PCNU Depok tampak seperti program kultural yang dipaksakan, sekadar menggugurkan kewajiban.
  2. Penulisan Sejarah NU Depok belum tuntas dan menimbulkan kegaduhan. Lakpesdam dan LTN PCNU Depok belum mampu menghasilkan karya sejarah yang lengkap dan utuh, sehingga tertinggal dari MUI Depok yang sudah menerbitkan buku Sejarah Islam di Depok.
  3. Penghargaan terhadap sesepuh NU di Depok masih terbatas pada ziarah makam dan pemasangan foto, belum menyeluruh mencakup seluruh pendiri NU di Depok.

Pribumisasi NU sebagai Jalan Persatuan

Pribumisasi NU di Depok adalah perjuangan nilai yang sah menurut AD/ART NU. Dalam AD/ART Nahdlatul Ulama (NU), Halaman 86 Bab III tentang Kewajiban dan Hak Anggota, Pasal 7 ayat 1 huruf d disebutkan bahwa:

“Anggota NU berhak menjalankan tradisi dan adat istiadat selama tidak bertentangan dengan Ahlussunnah Wal Jamaah.”

Artinya, NU memberikan ruang bagi anggotanya untuk tetap melestarikan tradisi dan adat istiadat lokal, dengan syarat tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar ajaran Islam menurut manhaj Ahlussunnah Wal Jamaah. Dengan demikian, gerakan ini bukan ancaman, melainkan kekuatan pemersatu. Ia berakar kuat ke bawah, menyambungkan guru NU dengan masyarakat, serta membangkitkan semangat perjuangan yang otentik.

Perkataan KH. Hasyim Asy’arie dalam mukadimah Qanun Asasy NU menjadi landasan moral bahwa persatuan seia-sekata adalah kunci kebahagiaan dan persaudaraan. Hal ini sejalan dengan pandangan akademik bahwa NU adalah kekuatan kultural yang menjaga harmoni sosial (Nuha, 2025; Aditama, 2023).

Penutup

Meluruskan kesalahpahaman adalah langkah penting agar guru NU di Depok dapat bersatu seia sekata. Persatuan ini bukan hanya amanat organisasi, tetapi juga kebutuhan kultural dan spiritual. Dengan persatuan, guru NU akan mampu menghidupkan tradisi, menulis sejarah yang utuh, serta memberikan penghargaan layak kepada para sesepuh.

Dalam semangat Hari Lahir Pergunu ke-74, dengan tema “Guru Unggul, Pendidikan Bermutu, Indonesia Maju,” guru NU di Depok diharapkan menjadi motor kebangkitan NU yang berakar kuat pada tradisi, menginspirasi generasi penerus, dan menjaga persatuan demi kejayaan umat serta bangsa. 

Wallahu A'lam bisshawaab. 

Daftar Pustaka

  • Aditama, F. (2023). Moderasi Beragama: Peran dan Strategi Nahdlatul Ulama sebagai Organisasi Masyarakat di Indonesia. Academia.edu.
  • Nuha, M. U. (2025). Transformasi Sosial dan Budaya dalam Perspektif Nahdlatul Ulama. Risalah NU Online.
  • NU Cilacap Online. (2024). NU, Sejarah, Paham, Perangkat, Struktur dan Tujuan.
  • Nahdlatul Ulama. (2022). Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga NU: Keputusan Hasil Muktamar Ke-34.

 

COMMENTS


Nama

Artikel Inspirasi Kajian Kajian Bidayatul Hidayah News Renungan
false
ltr
item
Majelis Al-Ibthon: Mempersatukan Guru NU di Depok, Meluruskan Kesalahpahaman
Mempersatukan Guru NU di Depok, Meluruskan Kesalahpahaman
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiU9YHmywY_9r19sV4-KGK5FYPPHPzfpL-xFSzBA9YC9St4woWNkCGK67crxjLTSRYWHbCG_ZUW47BQWy7yF_Uml9_0Gv4B4ACcyz0RvjuKY9N4YHWs0BLpUjK_G-JWTmcgPbXxCEnsZB5kkVgPGiZjB-5xdj3P3pBbYK5RWKImQh29UuI8KeS_Nv9aFcs/s320/WhatsApp%20Image%202026-03-31%20at%2008.45.33.jpeg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiU9YHmywY_9r19sV4-KGK5FYPPHPzfpL-xFSzBA9YC9St4woWNkCGK67crxjLTSRYWHbCG_ZUW47BQWy7yF_Uml9_0Gv4B4ACcyz0RvjuKY9N4YHWs0BLpUjK_G-JWTmcgPbXxCEnsZB5kkVgPGiZjB-5xdj3P3pBbYK5RWKImQh29UuI8KeS_Nv9aFcs/s72-c/WhatsApp%20Image%202026-03-31%20at%2008.45.33.jpeg
Majelis Al-Ibthon
https://al-ibthon.blogspot.com/2026/04/mempersatukan-guru-nu-di-depok.html
https://al-ibthon.blogspot.com/
https://al-ibthon.blogspot.com/
https://al-ibthon.blogspot.com/2026/04/mempersatukan-guru-nu-di-depok.html
true
8647501550963984484
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy