Kemandirian dan Kolaborasi Penyuluh Agama Islam di Era Digital

  Oleh: Darul Qutni, S.S.I, M.Pd  Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Beji / Direktur Al Ibthon Institute Perubahan sosial yang cepat menuntu...

 


Oleh: Darul Qutni, S.S.I, M.Pd 

Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Beji / Direktur Al Ibthon Institute

Perubahan sosial yang cepat menuntut penyuluh agama Islam untuk beradaptasi dengan dinamika masyarakat modern. Artikel ini mengkaji efektivitas kemandirian dan kerja tim dalam pelaksanaan tugas penyuluhan agama Islam di KUA Beji, Kota Depok. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi kegiatan lapangan dan analisis literatur. Hasil menunjukkan bahwa kemandirian penyuluh memperkuat respons terhadap kebutuhan masyarakat, sementara kerja tim meningkatkan efisiensi dan dampak program. Integrasi teknologi melalui platform ELIPSKI dan dukungan organisasi IPARI memperkuat profesionalisme penyuluh di era digital.

 

Peran penyuluh agama Islam semakin strategis di tengah perubahan sosial dan digitalisasi masyarakat. Mereka tidak hanya menyampaikan materi keagamaan, tetapi juga menjadi konsultan sosial dan moral bagi masyarakat (Widyaningrum & Fatonah, 2025). Pertanyaan mendasar muncul: apakah penyuluh lebih efektif bekerja secara mandiri atau melalui kerja tim?

 

Profesionalisme penyuluh berakar pada nilai-nilai Islam yang menekankan integritas dan manfaat sosial. QS. Al-Baqarah: 177 menegaskan bahwa kebaikan sejati terwujud melalui tindakan nyata. Pemikiran Abdurrahman Wahid (2006) dalam Islamku, Islam Anda, Islam Kita memperkuat pandangan bahwa keberagamaan harus berdampak sosial. Profesionalisme penyuluh mencakup kemampuan edukatif, konsultatif, dan advokatif yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat (Nata, 2020).

 

Kemandirian memungkinkan penyuluh merespons kebutuhan masyarakat secara cepat dan fleksibel. Di KUA Beji, kegiatan seperti Bimbingan Perkawinan, Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS), dan dakwah digital melalui media sosial menunjukkan efektivitas pendekatan mandiri. Penelitian oleh Natalia (2023) menegaskan bahwa kemandirian meningkatkan kompetensi dan inovasi penyuluh dalam konteks lokal.

 

Program ELIPSKI dari Kementerian Agama RI menjadi tonggak penting dalam penguatan literasi digital penyuluh. Platform ini menyediakan akses ke referensi keagamaan digital yang memperkaya materi dakwah dan meningkatkan efisiensi kerja (Kemenag RI, 2024).

Organisasi profesi seperti IPARI berperan sebagai wadah koordinasi dan penguatan kapasitas penyuluh. Penelitian oleh Nugraha (2013) menunjukkan bahwa kolaborasi melalui organisasi meningkatkan profesionalitas dan mutu layanan penyuluhan. Di Depok, IPARI menjadi penggerak sinergi antarpenyuluh melalui forum daring dan kegiatan lapangan.

 

Kerja tim memungkinkan pelaksanaan program seperti Kampung Moderasi Beragama, Kampung Zakat, dan Program Stunting berjalan lebih terstruktur dan berdampak luas. Kolaborasi memperkuat pelaporan, distribusi tugas, dan evaluasi kegiatan (Widyaningrum & Fatonah, 2025).

 

Kemandirian dan kerja tim bukanlah dua hal yang bertentangan, melainkan saling melengkapi. Penyuluh yang mandiri mampu berinovasi, sementara kerja tim memastikan keberlanjutan dan efektivitas program. Dengan dukungan teknologi ELIPSKI dan organisasi IPARI, penyuluh agama Islam di KUA Beji dapat menjadi model profesionalisme adaptif di era digital.***

 

Daftar Pustaka

  • Abdurrahman Wahid. (2006). Islamku, Islam Anda, Islam Kita. Jakarta: The Wahid Institute.

  • Kementerian Agama Republik Indonesia. (2024). Pedoman Penyuluhan Agama Islam dan Literasi Digital ELIPSKI. Direktorat Jenderal Bimas Islam.

  • Nata, A. (2020). Pendidikan Islam di Indonesia: Sejarah dan Pemikiran. Jakarta: Rajawali Pers.

  • Natalia, D. (2023). Peningkatan Kompetensi Penyuluh Agama Islam Melalui Kelompok Kerja Penyuluh di Kementerian Agama Rejang Lebong. IAIN Curup.

  • Nugraha, F. (2013). Karya Tulis Ilmiah Menuju Profesionalitas Penyuluh Agama. Balai Diklat Keagamaan Bandung.

  • Widyaningrum, S., & Fatonah, S. N. (2025). Etika dan Profesionalisme Penyuluh Agama Islam di KUA Puloampel Kabupaten Serang. Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam, 7(1), 45–58. https://doi.org/10.32332/yp1y6j72

COMMENTS


Nama

Artikel Inspirasi Kajian Kajian Bidayatul Hidayah News Renungan
false
ltr
item
Majelis Al-Ibthon: Kemandirian dan Kolaborasi Penyuluh Agama Islam di Era Digital
Kemandirian dan Kolaborasi Penyuluh Agama Islam di Era Digital
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnMIkly5ZbtrJ-xgWEKwLZ_BJ4LCmGo56qmxhcbxeiLfDjqnGsqoYNp-jnKjAnhXP1pDu3us8bQ6HNm3AyLN7gA-m6A0AyUtbsmBqP4Wj-NbUBhn6YywEKootVV9tRlcnSqZ6p2HTJBjuN-npXwJg4ZaMpq__V_WoAY9HVfZrJsZbGPpi-8fXRQoeFFSc/s320/Copilot_20260328_223503.png
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnMIkly5ZbtrJ-xgWEKwLZ_BJ4LCmGo56qmxhcbxeiLfDjqnGsqoYNp-jnKjAnhXP1pDu3us8bQ6HNm3AyLN7gA-m6A0AyUtbsmBqP4Wj-NbUBhn6YywEKootVV9tRlcnSqZ6p2HTJBjuN-npXwJg4ZaMpq__V_WoAY9HVfZrJsZbGPpi-8fXRQoeFFSc/s72-c/Copilot_20260328_223503.png
Majelis Al-Ibthon
https://al-ibthon.blogspot.com/2026/04/kemandirian-dan-kolaborasi-penyuluh.html
https://al-ibthon.blogspot.com/
https://al-ibthon.blogspot.com/
https://al-ibthon.blogspot.com/2026/04/kemandirian-dan-kolaborasi-penyuluh.html
true
8647501550963984484
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy